Hari Kartini 2018

Hari Kartini, Menguatkan Sifat Multikultural untuk Pondasi Demokrasi

Home / Opini / Hari Kartini, Menguatkan Sifat Multikultural untuk Pondasi Demokrasi
Hari Kartini, Menguatkan Sifat Multikultural untuk Pondasi Demokrasi Rachmat Kriyantono, Ph.D, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESNUNUKAN, MALANGADA dua momen penting di bulan April ini, yakni Hari Kartini dan pengesahan UU Penanganan Konflik Sosial (PKS) oleh DPR dan Pemerintah pada 2012 lalu. Momen yang dirasa kebetulan, tetapi, memiliki pertalian erat. Yakni saat pembahasan UU PKS.

UU ini tak luput dari aksi demonstrasi para mahasiswa terhadap pasal tentang penghentian konflik, yaitu dengan dimungkinkannya pengerahan TNI –di bawah koordinasi Polri- untuk menghentikan konflik. Para pendemo khawatir akan terjadi “aksi kekerasan” untuk mengatasi kekerasan.

Ada pasal lain yang penting saya sampaikan di tulisan ini, yaitu tindakan preventif mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat. UU PKS telah menyediakan solusi preventif, yakni mengembangkan sikap menghargai agama, suku bangsa, dan budaya; menghargai perbedaan pendapat dan mengembangkan toleransi, pluralitas, dan budaya antikekerasan.

Saya mengapresiasi solusi preventif ini karena, dalam perspektif keanekaragaman bangsa ini, UU PKS telah mengakomodasikan nilai-nilai multikultural (keberagaman dalam kesetaraan) –bukan sekadar nilai-nilai pluralitas atau kemajemukan (keberagaman dalam keseragaman).

UU tersebut disahkan pas momen Hari Kartini. Selama ini, Hari Kartini lebih sebagai ekspresi simbolik karnaval pakaian adat se-nusantara. Ekspresi simbolik ini, memang, menstimuli kesadaran kita akan kekayaan budaya bangsa dan mendorong kita untuk lebih mencintainya, sebagai bukti sifat kemajemukan budaya kita (Cultural pluralistic).

Namun, Hari Kartini seyogyanya adalah momen refleksi sejauh mana sifat multikultural terinternalisasi pada segenap elemen bangsa ini. Sifat multicultural ini menjadi kunci kehidupan harmoni dalam masyarakat yang beragam, seperti Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com