Hati-Hati, Ini Akibatnya Berlebihan Minum Susu untuk Anak

Home / Gaya Hidup / Hati-Hati, Ini Akibatnya Berlebihan Minum Susu untuk Anak
Hati-Hati, Ini Akibatnya Berlebihan Minum Susu untuk Anak Anak minum susu. (FOTO: Child Development And Teaching

TIMESNUNUKAN, JAKARTA – Masa anak-anak merupakan masa pertumbuhan di mana dibutuhkan banyak zat gizi untuk mendukung pertumbuhan anak. Tidak heran, ibu akan senang jika balitanya banyak makan dan juga minum susu. Namun, hati-hati jika balita terlalu banyak minum susu ternyata tidak baik, lho. Dilansir dari Hello Sehat, berikut akibat berlebihan minum susu.

1. Obesitas
Anak balita yang terlalu banyak minum susu dapat memiliki berat badan berlebih. Susu mengandung banyak protein, gula susu, lemak, dan lemak jenuh. Tambahan banyak kalori yang ia dapat dari susu dapat membuat balita mengalami kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan yang berlangsung lama dapat membuat balita menjadi kelebihan berat badan atau obesitas.

2. Kurang Zat Gizi yang Diperlukan
Balita yang diberi susu ketika lapar akan terbiasa untuk selalu meminta susu, bukan makanan, saat lapar. Jika susunya sudah habis, ia akan kenyang dan tidak makan makanan yang lain lagi. Susu tidak mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh. Anak balita akan mendapatkan zat gizi yang ia perlukan dari makan beragam jenis makanan. Jika ia kebanyakan minum susu dan hanya sedikit mengonsumsi makanan lain, besar kemungkinan ia akan kekurangan zat gizi yang tidak terkandung dalam susu.

3. Sembelit
Susu tidak memiliki serat yang dibutuhkan anak. Ditambah dengan anak tidak memakan makanan lain selain susu yang mengandung serat, seperti buah dan sayur. Sehingga anak dapat mengalami masalah saat buang air besar.

4. Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi terjadi ketika kekurangan zat besi dalam tubuh. Zat besi diperlukan tubuh untuk mengantarkan oksigen melalui darah ke seluruh jaringan dalam tubuh.

Balita membutuhkan zat besi yang cukup banyak untuk masa pertumbuhannya, terutama dibutuhkan untuk pertumbuhan otaknya, sedangkan susu tidak mengandung zat besi. Risiko bertambah ketika anak balita tidak memakan makanan lain selain susu yang mengandung tinggi zat besi, seperti daging merah dan sayuran berdaun hijau.

Nah, itu dia akibat berlebihan minum susu. Meski bermanfaat mendukung pertumbuhan anak, batasi jumlah konsumsi susu pada anak. Biasakan anak minum susu dengan takaran yang sesuai kebutuhannya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com