KPK Akan Periksa 3 Anggota DPRD Terkait Kasus Suap Mojokerto

Home / Berita / KPK Akan Periksa 3 Anggota DPRD Terkait Kasus Suap Mojokerto
KPK Akan Periksa 3 Anggota DPRD Terkait Kasus Suap Mojokerto ILUSTRASI: KPK. (FOTO: Istimewa)

TIMESNUNUKAN, JAKARTAKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anggota DPRD terkait kasus dugaan suap pengalihan anggaran dari anggaran hibah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya, menjadi anggaran program penataan lingkungan pada Dinas PUPR Kota Mojokerto Tahun 2017.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, ketiga anggota legislatif yang akan diperiksa itu, yakni, Riha Mustafa, Junaedi Malik, dan Yuli Veronica Maschur. 

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk MY (Wali Kota Mojokerto Masud Yunus, Red)," ujar Juru Bicara KPK Febri, Jumat (27/4/2018).

Diketahui, dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Masud sebagai tersangka berdasarkan pengembangan penyidikan yang dilakukan terhadap empat tersangka sebelumnya.

Empat tersangka itu adalah Ketua DPRD Kota Mojokerto Purnomo, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Abdullah Fanani, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Umar Faruq, dan Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Pemkot Mojokerto Wiwiet Febryanto.

Dari pengembangan penyidikan terhadap empat tersangka itu, KPK menemukan bukti baru. Lembaga anti-rasuah pada 17 November 2017, mengeluarkan surat perintah penyidikan dan menetapkan Masud sebagai tersangka ke lima dalam kasus ini.

Pasal yang disangkakan KPK terhadap Masud adalah Pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com