Kejaksaan RI Ingin Kolaborasi di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Home / Berita / Kejaksaan RI Ingin Kolaborasi di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi
Kejaksaan RI Ingin Kolaborasi di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi Fri Hartono dan Sekda Banyuwangi Djadjat Sudrajat. (FOTO: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESNUNUKAN, BANYUWANGI – Sebanyak 60 jaksa muda dari seluruh Indonesia melakukan kunjungan ke Banyuwangi. Dipimpin Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Badan Diklat Kejaksaan RIFri Hartono, para jaksa tersebut ingin melihat lebih dekat berbagai pelayanan publik Banyuwangi

Rombongan jaksa ini adalah peserta benchmarking Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV angkatan I dan II. Selama dua hari, mereka mengeksplorasi sejumlah lokasi layanan publik. Mulai dari Mal Pelayanan Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. 

Saat mengunjungi Mal Pelayanan Publik, Fri Hartono mengaku terkesan dengan sistem pelayanannya. Fri bahkan menawarkan diri bilamana layanan pihak kejaksaan bisa bergabung.

“Kami dari kejaksaan juga ingin ada peran serta para jaksa di sana. Misalnya ada  pelayanan hukum untuk kejaksaan di dalam mal tersebut. Saya ingin masukan ini bisa disambut baik oleh Kajari Banyuwangi. Jadi setiap saat jaksa hadir di sana untuk memberikan layanan hukum gratis untuk masyarakat,” kata Fri.

Dengan adanya layanan hukum tersebut, lanjut Fri, masyarakat yang sedang mengurus berbagai dokumen, bisa memanfaatkan waktunya untuk berkonsultasi masalah hukum.

“Jadi sambil nunggu dokumen diproses, mungkin ada yang ingin konsultasi tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hukum terkait kekerasan pada anak, dan berbagai masalah hukum lainnya," ujar Fri. 

Mal Pelayanan Publik Banyuwangi merupakan mal layanan publik pertama di Indonesia yang digagas pemerintahan kabupaten. Mal ini mengintegrasikan 163 layanan dari berbagai instansi, mulai layanan yang diberikan pemda, kepolisian, BPN, Kantor Pajak, BPJS, PLN, hingga layanan dari Kementerian Agama. 

Fri mengaku terkesan dengan Banyuwangi selama kunjungan kerjanya. Fri juga mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan publik yang menggunakan teknologi sebagai kendaraan. 

"Mal Pelayanan Publik-nya saya apresiasi. Saya yakin peserta benchmarking ini mendapatkan banyak wawasan setelah mempelajari inovasi Banyuwangi, baik terkait TI-nya maupun pelayanan publiknya, untuk dibawa dan diterapkan di daerahnya masing-masing,” kata Fri.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas inisiatif kejaksaan yang ingin berkolaborasi di Mal Pelayanan Publik. “Edukasi hukum sangat penting, dan tentu kejaksaan adalah pihak yang berkompeten menyampaikannya ke publik. Ini juga sejalan dengan keinginan kita semua mewujudkan masyarakat yang melek informasi hukum,” ujarnya.

Terkait pelayanan publik, Anas mengatakan, Banyuwangi terus berupaya memperbaiki diri.

"Sekarang dunia berubah dengan cepat, kami pun harus menyesuaikan untuk bisa mengimbagii perubahan di masyarakat. Inovasi adalah ruh bagi pembangunan di Banyuwangi. Termasuk kejaksaan intens menyupervisi agar inovasi yang dilakukan tetap memenuhi aspek administrasi sesuai aturan yang ada," kata Abdullah Azwar Anas. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com